Thursday, March 6, 2008

Beginilah Nasib Anak Bangsa Selama 63 tahun


Sungguh malangnya anak bangsa Indonesia yang menjadi harapan untuk bisa mengubah kondisi negara saat ini, ternyata harus mendapatkan sesuatu yang semestinya tidak perlu mereka dapatkan. anak bangsa saat ini harus menanggung penderitaan sebagai dampak dari kekejaman para pejabat-pejabat yang tidak menjalankan tugasnya sebagai mestinya, terutama para pejabat yang melakukakn KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). kenyataan pedih yang harus dihadapi anak bangsa ternyata tidak lain, karena para petinggi negara seperti sudah tidak memperhatikan lagi yang menjadi dasar negara, hal ini bisa terlihat dari tidak tercapainya apa yang menjadi Tujuan Negara Indonesia yang sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar'45, yaitu

1. Melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia.

kenyataannya, banyak anak bangsa ini yang tidak mendapatkan perlindungan yang semestinya mereka dapatkan. contohnya, banyak para TKI/TKW yang menderita di negeri orang, tetapi tindakan dari pemerintah sendiri kurang respect terhadap kejadian tersebut. bila di bandingkan dengan negara yang lein, terutama negara di Eropa, ketika ada salah satu warga negaranya yang mendapatkan perlakuan yang kurang baik ketika berada di negara lain, pemerintahnya langsung merespon untuk melindunginya. bahkan negara Jerman berani melakukan pemutusan hubungan diplomatik dengan suatu negara ketika ada warga negara (perempuan) yang akan diperkosa ketika ada di negara lain apabila negara tersebut tidak menindak pelaku tersebut sesuai dengan hukum yang ada.
kalau indonesia sendiri, jangankan membela yang akan diperkosa, yang sudah diperkosa bahkan dianiaya pun harus berpikir berulang kali untuk mengambil kebijakan memutuskan hubungan diplomatik dengan negara bersangkutan.

2. Kesejahteraan Umum

melihat kenyataan saat ini, jangankan mencapai Kesejahteraan Umum, disebut sudah hidup layak secara umum pun sepertinya harus dipertimbangkan lagi. masih banyak masyarakat saat ini yang kehidupannya tidak layak atau miskin, tidak seperti yang didengung-dengungkan oleh pemerintah bahwa angka kemiskinan saat ini sudah menurun. apakah memang sudah benar-benar menrun atau hanya standar kemiskinannya yang mengalami penurunan?
adanya fakta bahwa terjadi kematian sekeluarga karena kelaparan, semakin menguatkan bahwa anak bangsa saat ini memang benar-benar sangat jauh dari yang namanya KESEJAHTERAAN.

3. Mencerdaskan Bangsa

kenyatan saat ini, yang mendapatkan pendidikan yang layak hanyalah kalangan orang-orang berduit. meskipun dari pemerintah banyak program-program yang katanya untuk memudahkan dan melancarkan keberlangsungan anak negeri, tetap kejadian dilapangan masyarakat ekonomi kecil harus merangkak-rangkak untuk dapat pendidikan yang layak seperti yang dicanangkan oleh pemerintah sendiri. apalagi dengan banyaknya lembaga-lembaga pendidikan yang menjalankan otonomi kampus, seakan-akan kehidupan pendidikan di setting hanya untuk orang-orang yang berduit saja. beda halnya di Amerika Serikat dan negara-negra Eropa, setipa anak bangsanya akan terjamin mendapatkan pendidikan yang setara dengan tingkat SMA dan semua biayanya sudah ditanggung oleh negara.


4. Melaksanakan ketertiban Dunia, Perdamaian Abadi

Indonesia yang mayoritas penduduknya pemeluk agama Islam, bahakan terkenal sebagai negara penduduk muslim terbesar didunia, harus patuh dan tunduk melaksanakan perintah dari Amerika Serikat untuk menangkap orang-orang islam yang dicurigai sebagai Teroris, ternyata pemerintah Indonesia sendiri mau-mau saja menjalankan perintah tersebut, padahal itu semua hanya baru dicurigai (dituduh) saja.
jangankan untuk bisa menertibkan Dunia, menertibakan dalam negeri saja sendiri harus berjibakuk mencapainya, dan sampai saat ini hal ini masih belum tercapai.

<span style="font-weight:bold;">5. Keadilan Sosial

katanya menjunjung tinggi yang namanya keadilan, tapi masih banya para penegak hukum yang belum bisa melaksanakan tersebut, seolah-olah hukum di Indonesia itu milik orang kaya saja yang bisa dengan mudahnya membeli keadilan. anehnya dalam pemerintahan Indonesia, pembagian hasil kekayaan alam atau pendapatan daerah itu, pemasukannya lebih banyak yang masuk kepusat dari pada ke daerah itu sendiri, makanya
banyak daerah si Indonesia yang ingin melepaskan dari NKRI, misalnya Irian Jaya yang sangat melimpah dengan tambang Emasnya, mereka ingin melepaskan diri karena daerahnya tidak mendapatkan keadilan dari pemerintah. mungkin saja mereka akan menjadi sejahtera dengan terlepas dari NKRI dan tambang emas sebagai modalnya.



semua kenyataan itu tidak bisa kita pungkiri, ternyata Indonesia yang sudah hampir berusia 63 tahun sejak merdeka, ternyata belum mampu merealisasikan satu saja dari lima tujuan yang 63 tahun silam sudah dicanangkan. semua ini bukan hanya koreksi bagi kalangan pemerintahan saja, tapi sebagai intropeksi bagi anak bangsa yang sedang mersakan semua penderitaan ini. jika anak bangsa terus tidak mau sadar dari kenyatan saat ini, maka penderitaan yang tak terbayangakan oleh kita sebelumnya mungkin akan menimpa dengan mudahnya dan akan sangat susah untuk bisa terlepas darinya, kecuali ada kemauan yang lebih untuk terus berubah. daripada kita berubah menjadi lebih baik setelah tertimpa penderitaan yang menyakitkan, akan lebih baik jika mulai bangkit dari sekarang untuk bisa menjadi lebih baik. kalau memang para pejabat pemerintah sekarang belum bisa merealisasikan Tujuan Negara Indonesia mungkin itulah tugas dari generasi muda amak bangsa untuk meraihnya.
Cepatlah Bangkit Anak Bangsa, Tugas Anda Sudah Menanti...!!!

No comments: